Kamis, 30 April 2020

Bibit Kelapa Kopyor Pekanbaru



Mengenal Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor menjadi primadona masyarakat desa dan perkotaan. Namun, banyak yang masih kurang faham apa yang dimaksud kelapa kopyor. Kelapa kopyor adalah kelapa abnormal (tidak biasa) atau berbeda dengan kelapa lainnya. Ia memiliki rasa yang kenyal, gurih dan lezat. Disebut kopyor karena dagingnya lepas dari cangkangnya. Sehingga memiliki suara kupyuk kupyuk bila kelapanya digoyang goyang. 
Manfaat Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan, nilainya bisa lima kali lipat dari kelapa biasa. Jika kelapa biasa dijual Cuma 8 sampai 10 ribu per butir, kelapa kopyor bisa sampai tiga puluh lima ribu hingga 50 ribu rupiah per butir. Tentu sesuai ukuran buah dan bentuknya tentunya. Kelapa kopyor selain dimanfaatkan untuk bahan baku industri makanan seperti  pabrik es krim, pabrik roti, kembang gula, juga menjadi menu khusus berupa es kopyor dan degan kopyor.  
Cara Budidaya kelapa kopyor
 Untuk menanam kelapa kopyor pada prinsipnya cukup sederhana. Sebagaimana menanam pohon kelapa lainnya. Yaitu siapkan media tanam yang subur, bibit kelapa kopyor yang berkualitas, ketersediaan air yang cukup, jarak tanam yang ideal, sinar matahari yang cukup, pemupukan yang cukup serta bebas dari serangan hama alias bebas penyakit.
Metode perbanyakan kelapa kopyor
Selama ini ada tiga macam jenis kelapa kopyor ditinjau dari metode perbanyakannya. Pertama kultur jaringan. Kedua kultur embrio. Kedua metode ini dilakukan oleh IPB Bogor. Sebuah sumber mengatakan hasil metode tersebut menghasilkan prosentase kopyor hingga 90 sampai seratus persen. Hanya saja harganya sangat mahal. Mencapai jutaan per batangnya. Dan kami sendiri belum pernah menemui dimana daerah yang sudah menanam dan panen dari dua metode tersebut.
Ketiga adalah generatif (indukan). Cara ini disebut konvensional. Dalam arti yang sudah berlaku umum di masyarakat, terutama kawasan pesisir Pati Jawa Tengah. Kelapa genjah kopyor Pati Jawa Tengah memang diakui secara nasional sejak tahun 2010 setelah diteliti selama tiga tahun oleh Balitpalma Manado di tahun 2007-2010. Dan di tahun 2010 Kabupaten Pati mendapatkan sertifikat dan diakui oleh Menteri Pertanian waktu itu dan dilepas(diakui) tiga varietas khas Pati, yakni kelapa genjah hijau kopyor, kelapa genjah coklat dan kelapa genjah kuning.
Perlahan tapi pasti, sejak saat itu, permintaan akan bibit kelapa kopyor Pati terus meningkat dan dikembangkan oleh khalayak masyarakat. Keuntungan dari kelapa genjah kopyor Pati adalah harganya murah, sudah terbukti selama puluhan tahun serta prosentase kopyor hingga mencapai 70 persen. Disamping itu, menanam kelapa adalah investasi jangka menengah dan panjang yang bisa dinikmati hingga anak cucu. Selama mencoba menanam bibit kelapa genjah kopyor. 

bibit kelapa kopyor



adalah ibu kota dan kota terbesar di Provinsi Riau, Indonesia. Kota ini merupakan salah satu sentra ekonomi terbesar di Pulau Sumatra,[3] dan termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi.[4] Kota ini berawal dari sebuah pasar (pekan) yang didirikan di tepi Sungai Siak pada abad ke-18. Hari jadi kota ini ditetapkan pada tanggal 23 Juni 1784. Kota Pekanbaru tumbuh pesat dengan berkembangnya industri terutama yang berkaitan dengan minyak bumi, serta pelaksanaan otonomi daerah.

Pekanbaru mempunyai satu bandar udara internasional, yaitu Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II dan terminal bus antar kota dan antar provinsi Bandar Raya Payung Sekaki, serta dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu Pelita Pantai dan Sungai Duku. Saat ini Kota Pekanbaru sedang berkembang pesat menjadi kota dagang yang multi-etnik, keberagaman ini telah menjadi modal sosial dalam mencapai kepentingan bersama untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakatnya.
Kecamatan
Kota Pekanbaru terdiri dari 12 kecamatan dan 83 kelurahan:

Bukit Raya
Kelurahan Tangkerang Labuai (Kodepos: 28281)
Kelurahan Simpang Tiga (Kodepos: 28284)
Kelurahan Tangkerang Selatan (Kodepos: 28288)
Kelurahan Tangkerang Utara (Kodepos: 28289)
Kelurahan Air Dingin (Kodepos: 28284)
Lima Puluh
Kelurahan Rintis (Kodepos: 28141)
Kelurahan Sekip (Kodepos: 28142)
Kelurahan Tanjung Rhu (Kodepos: 28143)
Kelurahan Pesisir (Kodepos: 28144)
Marpoyan Damai
Kelurahan Maharatu (Kodepos: 28125)
Kelurahan Sidomulyo Timur (Kodepos: 28125)
Kelurahan Wonorejo (Kodepos: 28125)
Kelurahan Tangkerang Barat (Kodepos: 28282)
Kelurahan Tangkerang Tengah (Kodepos: 28282)
Payung Sekaki
Kelurahan Air Hitam (Kodepos: 28292)
Kelurahan Labuh Baru Barat (Kodepos: 28292)
Kelurahan Labuh Baru Timur (Kodepos: 28292)
Kelurahan Tampan (Kodepos: 28291)
Kelurahan Sungai Sibam (Kodepos: 28292)
Kelurahan Bandar Raya (Kodepos: 28292)
Kelurahan Tirta Siak (Kodepos: 28292)
Pekanbaru Kota
Kelurahan Suka Ramai (Kodepos: 28111)
Kelurahan Suma Hilang (Kodepos: 28111)
Kelurahan Kota Tinggi (Kodepos: 28112)
Kelurahan Kota Baru (Kodepos: 28114)
Kelurahan Tanah Datar (Kodepos: 28115)
Kelurahan Simpang Empat (Kodepos: 28116)
Sail
Kelurahan Cinta Raja (Kodepos: 28131)
Kelurahan Suka Maju (Kodepos: 28131)
Kelurahan Suka Mulia (Kodepos: 28131)
Senapelan
Kelurahan Sago (Kodepos: 28151)
Kelurahan Kampung Dalam (Kodepos: 28152)
Kelurahan Kampung Bandar (Kodepos: 28153)
Kelurahan Kampung Baru (Kodepos: 28154)
Kelurahan Padang Terubuk (Kodepos: 28155)
Kelurahan Padang Bulan (Kodepos: 28156)
Sukajadi
Kelurahan Sukajadi (Kodepos: 28121)
Kelurahan Harjosari (Kodepos: 28122)
Kelurahan Kedungsari (Kodepos: 28123)
Kelurahan Kampung Melayu (Kodepos: 28124)
Kelurahan Jadirejo (Kodepos: 28126)
Kelurahan Pulau Karam (Kodepos: 28127)
Kelurahan Kampung Tengah (Kodepos: 28128)
Rumbai
Kelurahan Sri Meranti (Kodepos: 28261)
Kelurahan Palas (Kodepos: 28264)
Kelurahan Rumbai Bukit (Kodepos: 28264)
Kelurahan Umban Sari (Kodepos: 28265)
Kelurahan Muara Fajar Timur (Kodepos: 28267)
Kelurahan Muara Fajar Barat (Kodepos: 28267)
Kelurahan Rantau Panjang (Kodepos: 28264)
Kelurahan Agrowisata (Kodepos: 28264)
Kelurahan Maharani (Kodepos: 28264)
Rumbai Pesisir
Kelurahan Limbungan (Kodepos: 28261)
Kelurahan Limbungan Baru (Kodepos: 28261)
Kelurahan Lembah Sari (Kodepos: 28262)
Kelurahan Lembah Damai (Kodepos: 28263)
Kelurahan Meranti Pandak (Kodepos: 28266)
Kelurahan Tebing Tinggi Okura (Kodepos: 28287)
Kelurahan Sungai Ukai (Kodepos: 28287)
Kelurahan Sungai Ambang (Kodepos: 28262)
Tampan
Kelurahan Delima (Kodepos: 28291)
Kelurahan Tuah Karya (Kodepos: 28291)
Kelurahan Simpang Baru (Kodepos: 28293)
Kelurahan Sidomulyo Barat (Kodepos: 28294)
Kelurahan Air Putih (Kodepos: 28291)
Kelurahan Tuah Madani (Kodepos: 28298)
Kelurahan Bina Widya (Kodepos: 28295)
Kelurahan Sialang Munggu (Kodepos: 28293)
Kelurahan Tobek Godang (Kodepos: 28297)
Tenayan Raya
Kelurahan Rejosari (Kodepos: 28281)
Kelurahan Sail (Kodepos: 28285)
Kelurahan Kulim (Kodepos: 28286)
Kelurahan Tangkerang Timur (Kodepos: 28289)
Kelurahan Bambu Kuning (Kodepos: 28141)
Kelurahan Industri Tenayan (Kodepos: 28143)
Kelurahan Sialang Sakti (Kodepos: 28131)
Kelurahan Tuah Negeri (Kodepos: 28282)
Kelurahan Sialang Rampai (Kodepos: 28286)
Kelurahan Pebatuan (Kodepos: 28289)
Kelurahan Pematang Kapau (Kodepos: 28289)
Kelurahan Mentangor (Kodepos: 28286)
Kelurahan Melebung (Kodepos: 28285) (sumber wikipedia)






Bibit Kelapa Kopyor Bogor



Mengenal Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor menjadi primadona masyarakat desa dan perkotaan. Namun, banyak yang masih kurang faham apa yang dimaksud kelapa kopyor. Kelapa kopyor adalah kelapa abnormal (tidak biasa) atau berbeda dengan kelapa lainnya. Ia memiliki rasa yang kenyal, gurih dan lezat. Disebut kopyor karena dagingnya lepas dari cangkangnya. Sehingga memiliki suara kupyuk kupyuk bila kelapanya digoyang goyang. 
Manfaat Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan, nilainya bisa lima kali lipat dari kelapa biasa. Jika kelapa biasa dijual Cuma 8 sampai 10 ribu per butir, kelapa kopyor bisa sampai tiga puluh lima ribu hingga 50 ribu rupiah per butir. Tentu sesuai ukuran buah dan bentuknya tentunya. Kelapa kopyor selain dimanfaatkan untuk bahan baku industri makanan seperti  pabrik es krim, pabrik roti, kembang gula, juga menjadi menu khusus berupa es kopyor dan degan kopyor.  
Cara Budidaya kelapa kopyor
 Untuk menanam kelapa kopyor pada prinsipnya cukup sederhana. Sebagaimana menanam pohon kelapa lainnya. Yaitu siapkan media tanam yang subur, bibit kelapa kopyor yang berkualitas, ketersediaan air yang cukup, jarak tanam yang ideal, sinar matahari yang cukup, pemupukan yang cukup serta bebas dari serangan hama alias bebas penyakit.
Metode perbanyakan kelapa kopyor
Selama ini ada tiga macam jenis kelapa kopyor ditinjau dari metode perbanyakannya. Pertama kultur jaringan. Kedua kultur embrio. Kedua metode ini dilakukan oleh IPB Bogor. Sebuah sumber mengatakan hasil metode tersebut menghasilkan prosentase kopyor hingga 90 sampai seratus persen. Hanya saja harganya sangat mahal. Mencapai jutaan per batangnya. Dan kami sendiri belum pernah menemui dimana daerah yang sudah menanam dan panen dari dua metode tersebut.
Ketiga adalah generatif (indukan). Cara ini disebut konvensional. Dalam arti yang sudah berlaku umum di masyarakat, terutama kawasan pesisir Pati Jawa Tengah. Kelapa genjah kopyor Pati Jawa Tengah memang diakui secara nasional sejak tahun 2010 setelah diteliti selama tiga tahun oleh Balitpalma Manado di tahun 2007-2010. Dan di tahun 2010 Kabupaten Pati mendapatkan sertifikat dan diakui oleh Menteri Pertanian waktu itu dan dilepas(diakui) tiga varietas khas Pati, yakni kelapa genjah hijau kopyor, kelapa genjah coklat dan kelapa genjah kuning.
Perlahan tapi pasti, sejak saat itu, permintaan akan bibit kelapa kopyor Pati terus meningkat dan dikembangkan oleh khalayak masyarakat. Keuntungan dari kelapa genjah kopyor Pati adalah harganya murah, sudah terbukti selama puluhan tahun serta prosentase kopyor hingga mencapai 70 persen. Disamping itu, menanam kelapa adalah investasi jangka menengah dan panjang yang bisa dinikmati hingga anak cucu. Selama mencoba menanam bibit kelapa genjah kopyor. 
bibit kelapa kopyor



Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari sembilan kelompok pemukiman digabungkan oleh Gubernur Baron Van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor. Pada waktu itu, Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalibaru/Kalimulya. Penggalian untuk membuat terusan kali dilanjutkan di sekitar pusat pemerintahan, namun pada tahun 1754 pusat pemerintahannya yang terletak di Tanah Baru kemudian dipindahkan ke Sukahati (Kampung Empang sekarang).[3]


Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bahai atau Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor.

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau (kawung). Pendapat di atas memiliki dasar dan alasan tersendiri diyakini kebenarannya oleh setiap ahlinya. Namun berdasarkan catatan sejarah, pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd Van de Negorij Bogor, yang berarti kepala kampung Bogor. Pada dokumen tersebut diketahui juga bahwa kepala kampung itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya itu sendiri yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor memiliki keterkaitan yang erat dengan zaman kerajaan yang pernah memerintah di wilayah tersebut. Pada empat abad sebelumnya, Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja yang mengawali zaman kerajaan Pajajaran, raja tersebut terkenal dengan 'ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan'. Sejak saat itu secara berturut-turut tercatat dalam sejarah adanya kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut, yaitu:

Kerajaan Taruma Negara, diperintah oleh 12 orang raja. Berkuasa sejak tahun 358 sampai dengan tahun 669.
Kerajaan Galuh, diperintah oleh 14 raja. Berkuasa sejak 516 hingga tahun 852.
Kerajaan Sunda, diperintah oleh 28 raja. Bertahta sejak tahun 669 sampai dengan tahun 1333. Kemudian dilanjutkan Kerajaan Kawali yang diperintah oleh 6 orang raja berlangsung sejak tahun 1333 hingga 1482.
Kerajaan Pajajaran, berkuasa sejak tahun 1482 hingga tahun 1579. Pelantikan raja yang terkenal sebagai Sri Baduga Maharaja, menjadi satu perhatian khusus. Pada waktu itu terkenal dengan upacara Kuwedabhakti, dilangsungkan tanggal 3 Juni 1482. Tanggal itulah kiranya yang kemudian ditetapkan sebagai hari Jadi Bogor yang secara resmi dikukuhkan melalui sidang pleno DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor pada tanggal 26 Mei 1972.
Pada tahun 1975, Pemerintah Pusat(dalam hal ini Menteri Dalam Negeri) menginstruksikan bahwa Kabupaten Bogor harus memiliki Pusat Pemerintahan di wilayah Kabupaten sendiri dan pindah dari Pusat Pemerintahan Kotamadya Bogor. Atas dasar tersebut, pemerintah daerah Tingkat II Bogor mengadakan penelitian di beberapa wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor untuk dijadikan calon ibu kota sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan. Alternatif lokasi yang akan dipilih di antaranya adalah wilayah Kecamatan Ciawi (Rancamaya), Leuwiliang, Parung, dan Kecamatan Cibinong(Desa Tengah).

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa yang diajukan ke pemerintah Pusat untuk mendapat persetujuan sebagai calon ibu kota adalah Rancamaya wilayah Kecamatan Ciawi. Akan tetapi pemerintah Pusat menilai bahwa Rancamaya masih relatif dekat letaknya dengan pusat pemerintahan Kotamadya Bogor dan dikhawatirkan akan masuk ke dalam rencana perluasan dan pengembangan wilayah Kotamadya Bogor.

Oleh karena itu, atas petunjuk pemerintah Pusat agar pemerintah daerah Tingkat II Bogor mengambil salah satu alternatif wilayah dari hasil penelitian lainnya. Dalam sidang Pleno DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor tahun 1980, ditetapkan bahwa calon ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor terletak di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong.

Penetapan calon ibu kota ini diusulkan kembali ke pemerintah Pusat dan mendapat persetujuan serta dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, yang menegaskan bahwa ibu kota pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor berkedudukan di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong. Sejak saat itu, dimulailah rencana persiapan pembangunan pusat pemerintahan ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor dan pada tanggal 5 Oktober 1985 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bogor saat itu. (sumber wikipedia)