Tampilkan postingan dengan label Jual Bibit Kelapa Kopyor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jual Bibit Kelapa Kopyor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2020

Manfaat Air Kelapa Kopyor dan Atasi Penyakitnya



Air kelapa yang kaya manfaat
Air kelapa adalah air yang banyak mengandung asam amino. Dibanding susu sapi, kandungan asam amino dalam air kelapa lebih lengkap. Ada 17 macam asam amino ditemukan dalam air kelapa. Berikut tabel kandungan asam amino dalam kelapa :
Nama asam amino
Kadar dalam protein total (%)
Alanin
2.4
Arginin
10.75
Aspartat
3.6
Sistein
0.97-11.67
Glutamat
1.95-4.57
Histidin
1.95-4.18
Leusin
1.25-4.12
Lisin
1.23
Phenilalanin

Serin

Tirosin






Seperti hama, penyakit adalah ancaman bagi tiap tanaman budidaya. Tak hanya bisa merusak tanaman atau membuat pertumbuhan bibit kelapa kopyor terancam, penyakit bahkan bisa membuat tanaman mati. Oleh sebab itu, pengendalian penyakit sangat diperlukan. Pembudidaya kelapa harus telaten. 

Pengendalian penyakit memilik arti bahwa petani harus bisa menekan penyakit yang memiliki kemungkinan merusak tanaman. Namun, tak hanya mengatasi, petani bijak lebih gemar melakukan pencegahan penyakit. Pencegahan atau usaha preventif adalah langkah untuk menekan angka kerugian yang ditimbulkan oleh serangan penyakit.

Sebab, bagaimanapun, tanaman yang rusak hanya akan meniptakan kerugian bagi pembudidaya. Jadi, populasi penyakit pada tanaman harus ditekan sebisa mungkin. Jangan sampai karena penyakit, usaha budidaya menjadi kacau, rusak, dan malah menimbulkan kerugian besar.

Sebelum melakukan pengendalian penyakit, pembudidaya sebaiknya mengenali dan mengetahui gejala-gejala penyakit pada tanaman sedini mungkin. Dengan begitu biaya untuk mengatasinya bisa ditekan seminim mungkin. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati?

Usaha pencegahan atau upaya preventif perlu dilakukan. Pembudidaya bisa memulainya dengan merawat tanaman dengan baik agar tetap sehat. Dengan meningkatkan usaha preventif tersebut, risiko terserang hama dan penyakit bisa ditekan dan produksi yang dihasilkan bisa lebih memuaskan. Hal ini adalah wujud dari ketelatenan dan kekonsistenan dalam merawat tanaman.

Maka dari itu, sangat penting bagi pembudidaya untuk mengenal dan mengetahui cara serta teknik penanganan maupun pencegahan penyakit yang bisa menyerang kelapa kopyor.

Dalam artikel kali ini, kami akan membagikan beberapa penyakit—beserta gejalanya—yang biasa atau umum menyerang tanaman kelapa kopyor.

Penyakit Pucuk Busuk

Serangan penyakit satu ini membuat daun muda menjadi pucat. Lalu, berangsur-angsur tapi pasti layu kemudian mati. Serangan yang berat menyebabkan tanaman kelapa kopyor menjadi layu dan mati. Dan serangan pada tanaman yang sudah tua berakibat pada menguningnya mahkota daun, 
bergugurannya daun, dan membuat buah muda lebih mudah rontok.

Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan memotong jaringan yang terinfeksi. Lalu, bekas potongan itu diolesi dengan fungisida. Upaya itu dilakukan apabila serangan penyakit masih cukup ringan.

Selain dengan cara tersebut, Anda bisa juga melakukan pengendalian dengan menyemprot tanaman dengan fungisida.

bibit kelapa kopyor

Penyakit Bercak pada Daun

Cendawan bernama Pestalozzia palmarum adalah penyebab penyakin bercak daun. Seranga penyakit ini mengakibatkan anak-anak daun atau daun muda menjadi berbintik-bintik atau kadang berbercak warna cokelat. Daun yang telah terserang biasanya tampak seperti terbakar. Umumnya, serangan dari penyakit ini adalah dapmpak sekunder pascaserangan hama Aspidiotus.

Pengendalian penyakit satu ini dapat dilakukan dengan cara mekanik maupun kimia. Cara mekanik adalah dengan memotong daun yang sudah terserang kemudian membakarnya. Sedangkan dalam cara kimia, Anda perlu menyemprotkan fungisida Daconil 75 WP dengan dosis 3 g per liter. Anda juga dapat menyemprotkan bubur bordo.

Penyakit Busuk Akar

Ganoderma lucidium adalah cendawan yang menimbulkan penyakit busuk akar. Jika tanaman kelapa sudah terserang penyakit ini, maka akar-akarnya akan sangat rapuh. Serangan penyakit yang telah parah bisa menyebabkan kerusakan pada pangkal batang. Hal ini berimbas pada terganggunya pengangkutan air dan bahan-bahan organik dari akar menuju batang bagian atas. Jika hal tersebut berlangung terus menerus dan tak segera ditangani, tak ayal bila tanaman akan segera mati.

Pengendalian penyakit ini bisa dengan melakukan perbaikan pada drainase dan aerasi tanah. Selain itu, bisa juga dilakukan pengendalian secara mekanis, yaitu dengan membongkar dan membakar tanaman yang sudah terserang. Hal itu bisa mencegah penularan penyakit ke tanaman yang masih sehat.

Penyakit Rontok Buah

Cendawan Phytopthora palmivora menyebabkan penyakit rontok buah. Serangan dari penyakit ini mengakibatkan buah-buah pada tanaman rontok. Hal ini terjadi karena ternyata terdapat bagian yang membusuk di pangkal buah. Namun, rontok buah tak hanya disebabkan oleh Phytopthora palmivora, tetapi juga bisa disebabkan oleh serangan cendawan Thielaviopsis paradoxa.

Untuk pengendalian penyakit rontok buah, petani dapat melakukan pemupukan secara teratur guna menjaga kesehatan tanaman kelapa. Pemberian air yang cukup saat musim kemarau juga dapat mengurangi serangan dari penyakit tersebut.

Penyakit Layu Natuna

Serangan penyakit satu ini menyebabkan seluruh bagian mahkota daun menjadi layu. Selain itu, pelepah daun menjadi bergelantungan, buah-buah gugur, dan jika sudah parah, tanaman kelapa bisa mati.

Penanganan penyakit ini bisa dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi atau drainase. Selain itu, pengolahan tanah secara sempurna, dan memilih bibit kelapa kopyor yang unggul dapat meminimalisir serangan penyakit satu ini. Selain itu, jika penyakit sudah terserang sangat parah, Anda bisa mengatasinya dengan membongkar tanaman dan membakarnya di tempat yang jauh dari area penanaman.

Penyakit Kuning

Sejenis Mycoplasma dianggap sebagai penyebab penyakit kuning pada tanaman. Gangguan penyakit kuning pada tanaman kelapa kopyor ini berakibat pada menguningnya daun. Daun yang menguning ini dimulai dari daun bagian bawah menuju ke bagian atas.  Jika kerusakan sudah memasuki tahap yang parah, maka seluruh rebung kelapa akan mati, kemudian daun-daun kelapa yang tersisa juga terancam ikut mati.

Untuk pengendalian penyakit ini, petani dapat mengupayakan cara sanitasi yang baik dengan menanam varietas bibit yang memiliki daya tahan terhadap penyakit. Ada pun faktor yang bisa memicu munculnya penyakit satu ini pada tanaman kelapa antara lain, yaitu: kondisi lingkungan yang buruk. Misalnya, aerasi tanah yang jelek, genangan air pada musim hujan, atau kondisi tanah yang terlalu kering dan gerasang ketika musim kemarau datang.

Selain itu, kebersihan kebun yang buruk dan metabolisme tanaman yang buruk karena gangguan yang terjadi pada akar. Jika Anda jarang membersihkan kebun, gulma yang mengganggu bisa menimbulkan penyakit kuning.
Bibit Ke

Kamis, 30 April 2020

Bibit Kelapa Kopyor Lampung



Mengenal Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor menjadi primadona masyarakat desa dan perkotaan. Namun, banyak yang masih kurang faham apa yang dimaksud kelapa kopyor. Kelapa kopyor adalah kelapa abnormal (tidak biasa) atau berbeda dengan kelapa lainnya. Ia memiliki rasa yang kenyal, gurih dan lezat. Disebut kopyor karena dagingnya lepas dari cangkangnya. Sehingga memiliki suara kupyuk kupyuk bila kelapanya digoyang goyang. 
Manfaat Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan, nilainya bisa lima kali lipat dari kelapa biasa. Jika kelapa biasa dijual Cuma 8 sampai 10 ribu per butir, kelapa kopyor bisa sampai tiga puluh lima ribu hingga 50 ribu rupiah per butir. Tentu sesuai ukuran buah dan bentuknya tentunya. Kelapa kopyor selain dimanfaatkan untuk bahan baku industri makanan seperti  pabrik es krim, pabrik roti, kembang gula, juga menjadi menu khusus berupa es kopyor dan degan kopyor.  
Cara Budidaya kelapa kopyor
 Untuk menanam kelapa kopyor pada prinsipnya cukup sederhana. Sebagaimana menanam pohon kelapa lainnya. Yaitu siapkan media tanam yang subur, bibit kelapa kopyor yang berkualitas, ketersediaan air yang cukup, jarak tanam yang ideal, sinar matahari yang cukup, pemupukan yang cukup serta bebas dari serangan hama alias bebas penyakit.
Metode perbanyakan kelapa kopyor
Selama ini ada tiga macam jenis kelapa kopyor ditinjau dari metode perbanyakannya. Pertama kultur jaringan. Kedua kultur embrio. Kedua metode ini dilakukan oleh IPB Bogor. Sebuah sumber mengatakan hasil metode tersebut menghasilkan prosentase kopyor hingga 90 sampai seratus persen. Hanya saja harganya sangat mahal. Mencapai jutaan per batangnya. Dan kami sendiri belum pernah menemui dimana daerah yang sudah menanam dan panen dari dua metode tersebut.
Ketiga adalah generatif (indukan). Cara ini disebut konvensional. Dalam arti yang sudah berlaku umum di masyarakat, terutama kawasan pesisir Pati Jawa Tengah. Kelapa genjah kopyor Pati Jawa Tengah memang diakui secara nasional sejak tahun 2010 setelah diteliti selama tiga tahun oleh Balitpalma Manado di tahun 2007-2010. Dan di tahun 2010 Kabupaten Pati mendapatkan sertifikat dan diakui oleh Menteri Pertanian waktu itu dan dilepas(diakui) tiga varietas khas Pati, yakni kelapa genjah hijau kopyor, kelapa genjah coklat dan kelapa genjah kuning.
Perlahan tapi pasti, sejak saat itu, permintaan akan bibit kelapa kopyor Pati terus meningkat dan dikembangkan oleh khalayak masyarakat. Keuntungan dari kelapa genjah kopyor Pati adalah harganya murah, sudah terbukti selama puluhan tahun serta prosentase kopyor hingga mencapai 70 persen. Disamping itu, menanam kelapa adalah investasi jangka menengah dan panjang yang bisa dinikmati hingga anak cucu. Selama mencoba menanam bibit kelapa genjah kopyor. 
bibit kelapa kopyor



Lampung (Aksara Lampung: ) adalah sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatra, Indonesia, dengan ibu kota Bandar Lampung. Provinsi ini memiliki dua kota yaitu Kota Bandar Lampung dan Kota Metro serta 13 kabupaten. Posisi Lampung secara geografis berada di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia, di sebelah timur dengan Laut Jawa, di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Sunda.

Provinsi Lampung memiliki pelabuhan utama bernama Pelabuhan Panjang dan Pelabuhan Bakauheni, bandar udara utama yakni Radin Inten II terletak 28 km dari ibu kota provinsi, serta Stasiun Tanjungkarang di pusat ibukota. Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan keresidenan yang tergabung dengan Provinsi Sumatra Selatan.

Kendatipun Provinsi Lampung sebelum tanggal 18 Maret 1964 tersebut secara administratif masih merupakan bagian dari Provinsi Sumatra Selatan, namun daerah ini jauh sebelum Indonesia merdeka memang telah menunjukkan potensi yang sangat besar serta corak warna kebudayaan tersendiri yang dapat menambah khazanah adat budaya di Nusantara. Oleh karenanya, pada zaman VOC daerah Lampung tidak terlepas dari incaran penjajahan Belanda.

Lampung pernah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanagara dan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Sebelum akhirnya Kesultanan Banten menghancurkan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Sultan Banten yakni Hasanuddin, lalu mengambil alih kekuasaan atas Lampung. Hal ini dijelaskan dalam buku The Sultanate of Banten karya Claude Guillot pada halaman 19 sebagai berikut:

"From the beginning it was abviously Hasanuddin's intention to revive the fortunes of the ancient kingdom of Pajajaran for his own benefit. One of his earliest decisions was to travel to southern Sumatra, which in all likelihood already belonged to Pajajaran, and from which came bulk of the pepper sold in the Sundanese region".[7]

Di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1683) Banten berhasil menjadi pusat perdagangan yang dapat menyaingi VOC di perairan Jawa, Sumatra dan Maluku. Dalam masa pemerintahannya, Sultan Ageng berupaya meluaskan wilayah kekuasaan Banten yang terus mendapat hambatan karena dihalangi VOC yang bercokol di Batavia. VOC yang tidak suka dengan perkembangan Kesultanan Banten mencoba berbagai cara untuk menguasainya termasuk mencoba membujuk Sultan Haji, Putra Sultan Ageng untuk melawan Ayahnya sendiri.

Dalam perlawanan menghadapi ayahnya sendiri, Sultan Haji meminta bantuan VOC dan sebagai imbalannya ia menjanjikan akan menyerahkan penguasaan atas daerah Lampung kepada VOC. Akhirnya pada tanggal 7 April 1682 Sultan Ageng Tirtayasa disingkirkan dan Sultan Haji dinobatkan menjadi Sultan Banten.

Dari perundingan-perundingan antara VOC dengan Sultan Haji menghasilkan sebuah piagam dari Sultan Haji tertanggal 27 Agustus 1682 yang isinya antara lain menyebutkan bahwa sejak saat itu pengawasan perdagangan rempah-rempah atas daerah Lampung diserahkan oleh Sultan Banten kepada VOC yang sekaligus memperoleh monopoli perdagangan di daerah Lampung.

Pada tanggal 29 Agustus 1682 iring-iringan armada VOC dan Banten membuang sauh di Tanjung Tiram. Armada ini dipimpin oleh Vander Schuur dengan membawa surat mandat dari Sultan Haji yang mewakili Sultan Banten. Ekspedisi Vander Schuur yang pertama ini tidak berhasil dan ia tidak mendapatkan lada yang dicarinya. Perdagangan langsung antara VOC dengan Lampung mengalami kegagalan disebabkan karena tidak semua penguasa di Lampung langsung tunduk begitu saja kepada kekuasaan Sultan Haji yang bersekutu dengan kompeni, sebagian mereka masih mengakui Sultan Ageng Tirtayasa sebagai Sultan Banten dan menganggap kompeni tetap sebagai musuh.

Sementara itu timbul keraguan dari VOC mengenai status penguasaan Lampung di bawah Kekuasaan Kesultanan Banten, yang kemudian baru diketahui bahwa penguasaan Banten atas Lampung tidaklah mutlak.

Penempatan wakil-wakil Sultan Banten di Lampung yang disebut "jenang" atau kadang-kadang disebut gubernur hanyalah dalam mengurus kepentingan perdagangan hasil bumi (lada).

Sedangkan para penguasa Lampung asli yang terpencar pada tiap-tiap desa atau kota yang disebut "adipati" secara hierarki tidak berada di bawah koordinasi penguasaan jenang/gubernur. Disimpulkan penguasaan Sultan Banten atas Lampung hanya dalam hal garis pantai saja dalam rangka menguasai monopoli arus keluarnya hasil bumi terutama lada. Dengan demikian jelas hubungan Banten-Lampung adalah dalam hubungan saling membutuhkan satu dengan lainnya.

Selanjutnya pada masa Raffles berkuasa pada tahun 1811 ia menduduki daerah Semangka dan tidak mau melepaskan daerah Lampung kepada Belanda karena Raffles beranggapan bahwa Lampung bukanlah jajahan Belanda. Namun setelah Raffles meninggalkan Lampung baru kemudian tahun 1829 ditunjuk Residen Belanda untuk Lampung.

Pada masa itu, sejak tahun 1817 posisi Radin Inten, pejuang perlawanan Lampung semakin kuat yang membuat Belanda merasa khawatir dan mengirimkan ekspedisi kecil dipimpin oleh Asisten Residen Krusemen yang menghasilkan persetujuan bahwa:

Radin Inten memperoleh bantuan keuangan dari Belanda sebesar f. 1.200 setahun.
Kedua saudara Radin Inten masing-masing akan memperoleh bantuan pula sebesar f. 600 tiap tahun.
Radin Inten tidak diperkenankan meluaskan lagi wilayah selain dari desa-desa yang sampai saat itu berada di bawah pengaruhnya.
Tetapi persetujuan itu tidak pernah dipatuhi oleh Radin Inten dan ia tetap melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Sehingga pada tahun 1825 Belanda memerintahkan Leliever untuk menangkap Radin Inten, namun dengan cerdik Radin Inten dapat menyerbu benteng Belanda dan membunuh Liliever serta anak buahnya. Belanda yang ketika itu juga tengah menghadapi Perang Diponegoro (1825–1830), dibuat tidak berkutik terhadap perlawanan tersebut. Tahun 1825 Radin Inten meninggal dunia lalu digantikan oleh putranya Radin Imba Kusuma.

Setelah Perang Diponegoro selesai pada tahun 1830 Belanda menyerbu Radin Imba Kusuma di daerah Semangka, dilanjutkan pada tahun 1833 Belanda kembali menyerang benteng Radin Imba Kusuma, yang semuanya menemui kegagalan. Baru pada tahun 1834 setelah Asisten Residen diganti oleh Perwira Militer Belanda yang didukung dengan kekuatan penuh, maka Benteng Radin Imba Kusuma berhasil dikuasai.

Radin Imba Kusuma menyingkir ke daerah Lingga, namun penduduk daerah Lingga ini menangkapnya dan menyerahkan kepada Belanda. Radin Imba Kusuma kemudian dibuang ke Pulau Timor.

Belanda juga kian gencar mendekati rakyat pedalaman melalui "Jalan Halus" dengan memberikan berbagai hadiah kepada pemimpin perlawanan rakyat Lampung yang ternyata tidak membawa hasil. Sehingga akhirnya Belanda membentuk tentara sewaan yang terdiri dari orang-orang Lampung sendiri untuk melindungi kepentingan Belanda di daerah Teluk Betung dan sekitarnya. Dilain sisi perlawanan rakyat yang digerakkan oleh putra Radin Imba Kusuma yang bernama Radin Inten II terus berlangsung, sampai akhirnya Radin Inten II ini ditangkap dan dibunuh oleh tentara-tentara Belanda yang khusus didatangkan dari Batavia.

Sejak itu Belanda mulai leluasa menancapkan kakinya di daerah Lampung. Perkebunan mulai dikembangkan yaitu penanaman kaitsyuk, tembakau, kopi, karet dan kelapa sawit. Untuk kepentingan pengangkutan hasil perkebunan itu pada tahun 1913 dibangun jalan kereta api dari Teluk Betung menuju Palembang.

Hingga menjelang Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945 dan periode perjuangan fisik setelah itu, putra Lampung tidak ketinggalan ikut terlibat dan merasakan betapa pahitnya perjuangan melawan penindasan penjajah yang silih berganti. Sampai akhirnya sebagai mana dikemukakan pada awal uraian ini pada tahun 1964 Keresidenan Lampung ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat I Provinsi Lampung.

Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.

Geografi
Topografi
Provinsi Lampung memiliki luas 35.376,50 km² dan terletak di antara 105°45'-103°48' BT dan 3°45'-6°45' LS. Daerah ini berada di sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia, di sebelah timur dengan Laut Jawa, di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Selat Sunda. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Kelagian, Pulau Sebesi, Pulau Pahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di yang masuk ke wilayah Kabupaten Pesisir Barat.

Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatra. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.

Gunung
Gunung-gunung yang puncaknya cukup tinggi, antara lain:

Gunung Pesagi (2.262 Mdpl) di Liwa, Lampung Barat
Gunung Tanggamus (2.156 Mdpl) di Kotaagung, Tanggamus
Gunung Tebak (2.115 Mdpl) di Sumber Jaya, Lampung Barat
Gunung Seminung (1.881 Mdpl) di Sukau, Lampung Barat
Gunung Sekincau (1.718 Mdpl) Liwa, Lampung Barat
Gunung Ratai (1.681 Mdpl) di Padang Cermin, Pesawaran
Gunung Pesawaran (1.662 Mdpl) di Kedondong, Pesawaran
Gunung Rindingan (1.506 Mdpl) di Pulau Panggung, Tanggamus
Gunung Rajabasa (1.261 Mdpl) di Kalianda, Lampung Selatan
Gunung Betung (1.240 Mdpl) di Pesawaran dan Bandar Lampung
Gunung Krakatau (813 Mdpl) di Selat Sunda, Lampung Selatan
Sungai
Sungai-sungai yang mengalir di daerah Lampung menurut panjang dan cathment area (c.a)-nya adalah:

Way Sekampung, panjang 265 km, c.a. 4.795,52 km2
Way Semaka, panjang 90 km, c.a. 985 km2
Way Seputih, panjang 190 km, c.a. 7.149,26 km2
Way Jepara, panjang 50 km, c.a. 1.285 km2
Way Tulangbawang, panjang 136 km, c.a. 1.285 km2
Way Mesuji, panjang 220 km, c.a. 2.053 km2
Way Seputih mengalir di daerah kabupaten Lampung Tengah dengan anak-anak sungai yang panjangnya lebih dari 50 km adalah:

Way Terusan, panjang 175 km, c.a. 1.500 km2
Way Pengubuan, panjang 165 km, c.a. 1.143,78 km2
Way Pegadungan, panjang 80 km, c.a. 975 km2
Way Raman, panjang 55 km, c.a. 200 km2
Way Tulangbawang mengalir di kabupaten Tulangbawang dengan anak-anak sungai yang lebih dari 50 km panjangnya, di antaranya:

Way Kanan, panjang 51 km, c.a. 1.197 km2
Way Rarem, panjang 53,50 km, c.a. 870 km2
Way Umpu, panjang 100 km, c.a. 1.179 km2
Way Tahmy, panjang 60 km, c.a. 550 km2
Way Besay, panjang 113 km, c.a. 879 km2
Way Giham, panjang 80 km, c.a. 506,25 km2 (Sumber Wikipedia)

Bibit Kelapa Kopyor Bogor



Mengenal Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor menjadi primadona masyarakat desa dan perkotaan. Namun, banyak yang masih kurang faham apa yang dimaksud kelapa kopyor. Kelapa kopyor adalah kelapa abnormal (tidak biasa) atau berbeda dengan kelapa lainnya. Ia memiliki rasa yang kenyal, gurih dan lezat. Disebut kopyor karena dagingnya lepas dari cangkangnya. Sehingga memiliki suara kupyuk kupyuk bila kelapanya digoyang goyang. 
Manfaat Kelapa Kopyor
Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bahkan, nilainya bisa lima kali lipat dari kelapa biasa. Jika kelapa biasa dijual Cuma 8 sampai 10 ribu per butir, kelapa kopyor bisa sampai tiga puluh lima ribu hingga 50 ribu rupiah per butir. Tentu sesuai ukuran buah dan bentuknya tentunya. Kelapa kopyor selain dimanfaatkan untuk bahan baku industri makanan seperti  pabrik es krim, pabrik roti, kembang gula, juga menjadi menu khusus berupa es kopyor dan degan kopyor.  
Cara Budidaya kelapa kopyor
 Untuk menanam kelapa kopyor pada prinsipnya cukup sederhana. Sebagaimana menanam pohon kelapa lainnya. Yaitu siapkan media tanam yang subur, bibit kelapa kopyor yang berkualitas, ketersediaan air yang cukup, jarak tanam yang ideal, sinar matahari yang cukup, pemupukan yang cukup serta bebas dari serangan hama alias bebas penyakit.
Metode perbanyakan kelapa kopyor
Selama ini ada tiga macam jenis kelapa kopyor ditinjau dari metode perbanyakannya. Pertama kultur jaringan. Kedua kultur embrio. Kedua metode ini dilakukan oleh IPB Bogor. Sebuah sumber mengatakan hasil metode tersebut menghasilkan prosentase kopyor hingga 90 sampai seratus persen. Hanya saja harganya sangat mahal. Mencapai jutaan per batangnya. Dan kami sendiri belum pernah menemui dimana daerah yang sudah menanam dan panen dari dua metode tersebut.
Ketiga adalah generatif (indukan). Cara ini disebut konvensional. Dalam arti yang sudah berlaku umum di masyarakat, terutama kawasan pesisir Pati Jawa Tengah. Kelapa genjah kopyor Pati Jawa Tengah memang diakui secara nasional sejak tahun 2010 setelah diteliti selama tiga tahun oleh Balitpalma Manado di tahun 2007-2010. Dan di tahun 2010 Kabupaten Pati mendapatkan sertifikat dan diakui oleh Menteri Pertanian waktu itu dan dilepas(diakui) tiga varietas khas Pati, yakni kelapa genjah hijau kopyor, kelapa genjah coklat dan kelapa genjah kuning.
Perlahan tapi pasti, sejak saat itu, permintaan akan bibit kelapa kopyor Pati terus meningkat dan dikembangkan oleh khalayak masyarakat. Keuntungan dari kelapa genjah kopyor Pati adalah harganya murah, sudah terbukti selama puluhan tahun serta prosentase kopyor hingga mencapai 70 persen. Disamping itu, menanam kelapa adalah investasi jangka menengah dan panjang yang bisa dinikmati hingga anak cucu. Selama mencoba menanam bibit kelapa genjah kopyor. 
bibit kelapa kopyor



Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari sembilan kelompok pemukiman digabungkan oleh Gubernur Baron Van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor. Pada waktu itu, Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalibaru/Kalimulya. Penggalian untuk membuat terusan kali dilanjutkan di sekitar pusat pemerintahan, namun pada tahun 1754 pusat pemerintahannya yang terletak di Tanah Baru kemudian dipindahkan ke Sukahati (Kampung Empang sekarang).[3]


Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bahai atau Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor.

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau (kawung). Pendapat di atas memiliki dasar dan alasan tersendiri diyakini kebenarannya oleh setiap ahlinya. Namun berdasarkan catatan sejarah, pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd Van de Negorij Bogor, yang berarti kepala kampung Bogor. Pada dokumen tersebut diketahui juga bahwa kepala kampung itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya itu sendiri yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor memiliki keterkaitan yang erat dengan zaman kerajaan yang pernah memerintah di wilayah tersebut. Pada empat abad sebelumnya, Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja yang mengawali zaman kerajaan Pajajaran, raja tersebut terkenal dengan 'ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan'. Sejak saat itu secara berturut-turut tercatat dalam sejarah adanya kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut, yaitu:

Kerajaan Taruma Negara, diperintah oleh 12 orang raja. Berkuasa sejak tahun 358 sampai dengan tahun 669.
Kerajaan Galuh, diperintah oleh 14 raja. Berkuasa sejak 516 hingga tahun 852.
Kerajaan Sunda, diperintah oleh 28 raja. Bertahta sejak tahun 669 sampai dengan tahun 1333. Kemudian dilanjutkan Kerajaan Kawali yang diperintah oleh 6 orang raja berlangsung sejak tahun 1333 hingga 1482.
Kerajaan Pajajaran, berkuasa sejak tahun 1482 hingga tahun 1579. Pelantikan raja yang terkenal sebagai Sri Baduga Maharaja, menjadi satu perhatian khusus. Pada waktu itu terkenal dengan upacara Kuwedabhakti, dilangsungkan tanggal 3 Juni 1482. Tanggal itulah kiranya yang kemudian ditetapkan sebagai hari Jadi Bogor yang secara resmi dikukuhkan melalui sidang pleno DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor pada tanggal 26 Mei 1972.
Pada tahun 1975, Pemerintah Pusat(dalam hal ini Menteri Dalam Negeri) menginstruksikan bahwa Kabupaten Bogor harus memiliki Pusat Pemerintahan di wilayah Kabupaten sendiri dan pindah dari Pusat Pemerintahan Kotamadya Bogor. Atas dasar tersebut, pemerintah daerah Tingkat II Bogor mengadakan penelitian di beberapa wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor untuk dijadikan calon ibu kota sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan. Alternatif lokasi yang akan dipilih di antaranya adalah wilayah Kecamatan Ciawi (Rancamaya), Leuwiliang, Parung, dan Kecamatan Cibinong(Desa Tengah).

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa yang diajukan ke pemerintah Pusat untuk mendapat persetujuan sebagai calon ibu kota adalah Rancamaya wilayah Kecamatan Ciawi. Akan tetapi pemerintah Pusat menilai bahwa Rancamaya masih relatif dekat letaknya dengan pusat pemerintahan Kotamadya Bogor dan dikhawatirkan akan masuk ke dalam rencana perluasan dan pengembangan wilayah Kotamadya Bogor.

Oleh karena itu, atas petunjuk pemerintah Pusat agar pemerintah daerah Tingkat II Bogor mengambil salah satu alternatif wilayah dari hasil penelitian lainnya. Dalam sidang Pleno DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor tahun 1980, ditetapkan bahwa calon ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor terletak di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong.

Penetapan calon ibu kota ini diusulkan kembali ke pemerintah Pusat dan mendapat persetujuan serta dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, yang menegaskan bahwa ibu kota pusat pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor berkedudukan di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong. Sejak saat itu, dimulailah rencana persiapan pembangunan pusat pemerintahan ibu kota Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor dan pada tanggal 5 Oktober 1985 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bogor saat itu. (sumber wikipedia)